Cinta Panas Sang Penyamar
“Gak perlu, Pak Dokter. Selama ini aku sudah cukup tahu diri. Bahkan, aku gak menuntut pernikahan ini diresmikan setelah kita kembali.”
“Bukan begitu, Sisi. Abi mendebat masalah resepsi, jadi sepertinya beliau masih ragu dengan pilihanku.”
“Gak papa, tinggal nikah lagi aja apa susahnya. Yang aku dengar, rata rata para ustad atau keturunan pesantren istrinya lebih dari satu. Atau bahasa halusnya apa … poli … gami? ”
“Sisi, itu bukan solusi. Ucapanmu membuatku merasa jadi lelaki terbrengsek dalam sejarah perkawinan,” ucap Daffi seolah frustasi dengan keadaan ini.
Hot Chapters