Istri Baru untuk Suamiku
Ira menarik napas panjang, lalu menjawab dengan suara mantap, "Karena saya merasa hubungan ini hanya basa-basi belaka. Suami saya, Mas Reyvaldo Anggara tidak pernah benar-benar berusaha untuk berubah, meskipun dirinya selalu berjanji. Janjinya kosong, dan saya sudah lelah."
Kata-katanya menghantamku seperti badai. Aku ingin menyanggah, tetapi lidahku terasa kaku.
Jalannya persidangan terasa sangat lambat. Aku seperti tertuduh dalam keretakan rumah tangga yang kubina dengan istriku. Ira lebih banyak bercerita seperti saat sesi konseling pernikahan yang pernah kulakukan bersamanya dulu. Namun, untuk saat ini aku lebih banyak menganggukan kepala, terlebih saat ketua majelis hakim membacakan med
Hot Chapters