Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Venomous Rose : Mawar Berbisa

Venomous Rose : Mawar Berbisa

Sang Nenek tersenyum lebar, tetapi karena penampilannya yang demikian, senyumnya malah terlihat sedikit mengerikan. Ketiga gadis itu pun duduk bersimpuh di atas dipan bambu menghadap sang Nenek, dengan Cindy yang berada di tengah. "Silakan ceritakan masalah apa yang menimpa denok." "Umm... jadi begini Nek..." Cindy pun berceloteh penjang lebar. Nenek itu menyimaknya dengan seksama. "Oh, jadi begitu..." Sang Nenek mengangguk pelan setelah mendengarkan cerita Cindy. "Jadi denok ingin memikat hati seorang lelaki bernama Luthfi...."
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Jujur, aku tak mengenalnya sama sekali dan ucapan beliau barusan sungguh membuatku risih. “Iya, Bu.” Aku menjawab sembari menyalami wanita paruh baya dengan kebaya kutu baru warna hitam tersebut. “Saya Budiarti, teman masa muda Ummi kalian. Dengar-dengar, kamu ini tidak bisa punya keturunan, ya? Makanya dipoligami? Aduh, kok kuat, sih? Apa resepnya biar tahan diduakan begini? Salut saya!” Nenek berlipstik terang itu berkata dengan sangat menyakitkan. Enteng betul mulutnya bertutur.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 968 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku

Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku

Lenyap semua deretan peristiwa itu, peristiwa tentang papah yang sedang kuceritakan pada nenek. Kutatap mata nenek yang sudah bengkak dan pipinya yang juga sudah basah. Sepanjang aku menceritakan semuanya, mungkin nenek menangis tak henti-henti. "Lupakan laki-laki iblis itu Nak, lupakan. Kamu pasti bisa, biarkan dia masuk ke dalam penjara," ucap Nenek lagi.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
MALAIKAT PENCURI AYAH

MALAIKAT PENCURI AYAH

bisikku sambil tertawa jahat di hadapan nenek. "Kalau dia tahu dia akan murka dan kalian bisa bertengkar lagi, jujur saja aku lelah dengan keributan," ujar nenek sambil menekan remote, mencari berita atau kajian agama seperti kebiasaan para orang tua yang sudah sepuh, menyebalkan. "Ane bilang nenek lelah dengan keributan tapi faktanya nenek ke sini memang untuk mencari masalah dan keributan, aneh sekali, karena pada akhirnya nenek jadi membela tante Priska."
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

“Masa iya sih, ada-ada saja cerita. Emangnya ada benar siluman buaya putih itu? Mana beli sate lagi?” “Hust, kamu diam saja, biarkan nenek melanjutkan ceritanya.” Gita membungkam mulut adiknya, dia benar-benar ingin mendengarkan dengan seksama cerita neneknya kali ini. Entah kenapa pikiran Gita mulai terbuka, dia langsung berencana untuk menulis cerita mistis dan horor saja.
9.7205.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai cerita ngentot nenek
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Nur Hidayah
jd kasian sama ibu Rita, tapi biarlah dulu biar jadi pelajaran buat bu Rita dan silvia supaya tidak menilai orang dari luarnya saja. semangat mia, semua kesedihan dan penghinaan selama ini terbayarkan oleh suamimu gara.
anitasaja0086
Novel ini berbeda dari yang lain. Tak ada dendam didalamnya. Yang buruk berakhir baik. Terimakasih Thor. Novel pertama' yang saya baca di apk ini. karena sangat penasaran dengan promo disosmed. Dan ternyata tak kecewa membacanya. Puas banget.
Baca Semua Ulasan
Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Kami pun duduk di teras bertiga, Nenek itu membuka dagangannya terlebih dahulu. “Kawanen aku, Le.” “Apa dia bilang, Mas?” “katanya kesingangan, Mas.” “Oh, memangnya Nenek tinggal di mana?” “Manggon neng omah gedongan kae kudu kuat. Tembang iku, biso ngelilakno sopo wae sing ngrungokne, opo meneh cah wedok, iso digowo karo Nyai, dadi budak e Nyai.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
Suami Perkasa

Suami Perkasa

suara nenek bergetar, tapi matanya berbinar, “aku mau curhat sama kamu… jangan diketawain ya.” Elina menghentikan sapu dan duduk di depannya. “Kenapa, Nek? Cerita saja.” Nenek menghela napas panjang. “Usiaku memang tujuh puluh lebih… rambutku sudah putih semua. Tapi anehnya, tubuhku masih sering terasa hidup. Bahkan… bagian yang seharusnya sudah diam malah masih sering berdenyut, berkedut kedut.”
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Nikah di KUA

Gara-Gara Nikah di KUA

Aku menggandeng Ibu masuk dan di ruang tengah, terlihat Nenek yang sedang duduk di kursi goyangnya, ia sedang mengulek sirihnya di dalam ulekan bambu yang dibuat memanjang. “Bu, Ibu nggak kenapa-kenapa ‘kan?” Ibuku segera menghampari Nenek dan tersenyum senang saat melihat wanita tua dengan rambut yang sudah memutih semuanya itu terlihat sehat wal’afiat. “Nggak usah lebay kamu, Yani, aku tidak kenapa-kenapa.” Nenek mendorong Ibu yang memeluknya.
1037.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 888 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Kedua Pria Berkuasa

Pesona Istri Kedua Pria Berkuasa

tanya sang nenek pada wanita muda yang berbaring dan menghadap ke arahnya. Luna menganggukkan kepalanya dan bersiap mendengar cerita dari sang nenek. Tanpa menunggu lama, wanita tua tersebut menceritakan sebuah kisah tentang sebuah keluarga yang sangat bahagia karena kelahiran anak kembar mereka. Dengan sangat antusias Luna mendengarkan cerita yang keluar dari bibir kepala pelayan itu. "Apa ini cerita tentang Kenzo, Nek?" tanya Luna pemasaran.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

jawab Jingga cepat. "Kamu bisa bohong sama semua orang, Nduk. Tapi, sama nenek, yo ndak bisa. Nenek ini sudah tua, sudah puas makan asam garam dunia. Sebelum mengamati kamu, nenek sudah terlebih dahulu harus mengamati anak-anak Nenek. Termasuk ibumu," kata sang Nenek panjang sambil menoel hidung Jingga. "Jingga lagi kepengen menyendiri aja, Nek. Rasanya lelah sekali menjadi orang dewasa dengan semua permasalahan hidupnya," lanjut Jingga.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai cerita ngentot nenek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status