Seumur Hidup Terlalu Lama
Di dalamnya ada beberapa stel pakaian ganti yang Arumi pinjamkan, tapi berat tas itu tidak seberapa dibanding berat pikiran di kepalanya.
"Lagi mikirin apa?" suara Arumi memecah lamunan. Ia muncul sambil membawa dua cangkir teh hangat.
Uma tersenyum tipis, menerima satu cangkir.
"Memikirkan kisah hidupku yang seperti kisah sinetron," tukas Uma sambil tersenyum kecut.
"Sinetron itu ada, ya karena diilhami oleh kisah hidup orang, Ma." Arumi meringis sambil memeriksa ponsel. "Bang Daniel sebentar lagi sampai," katanya mengingatkan.