Mas Bram, Besok Kita Bercerai
Gagah, rapi, dan
harum. Kontras sekali dengan penampilan Aruna yang berantakan, mata bengkak, rambut
kusut, dan wajah pucat pasi.
Pria itu tidak masuk ke dalam, hanya berdiri di dekat pintu sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke jam tangan, tanda tidak sabar.
"Mas ...." Aruna mencoba duduk, menahan nyeri di perut bekas kuretase. "Kamu dateng?