Hug Me!
Tidak ada yang tertarik.
Intan melihat cermin meja rias, tatapnya sayu nan kosong, melihat rambut hitam, lurus, panjang dan kusam, karena beberapa hari belum keramas. Diremas erat rambut itu.
“Brengsek, semua gara-gara laki-laki setan itu!” kata Intan sambil mengambil gunting di meja rias.
Kres…,kres…,kres!
Helai demi helai rambut Intan berhamburan di lantai. Rambut sependek sepanjang leher dengan potongan tidak karuan.
Hot Chapters