Dinodai Sebelum Malam Pertama
sahut Salwa beralasan, masih di bibir pintu.
“Afwan! Sepertinya kami tak bisa memberikan keringanan lagi pada kamu! Jangan mentang-mentang kamu itu berasal dari keluarga terpandang dan berada, berbuat seenaknya di pondok!! Ingat, di sini semua sama! Tidak ada anak tukang sate, anak tukang becak, anak pengusaha, anak dokter atau anak siapapun! Semua sama-santri yang harus dididik.”
“Ustaz, jangan salah paham! Makanya dengerin dulu alasan saya datang terlambat,” kelit Salwa tak terima dengan tuduhan salah satu Ustaz senior itu.