Tarif Cinta Sang Pria Perkasa
"Dia nggak mau dibantah. Nggak mau nunggu. Makanya aku ditarik paksa masuk. Dia nggak mau ada kuping lain yang dengar, termasuk adiknya sendiri."
Aarick berhenti sejenak, sengaja memberi Ara waktu untuk mencerna. Sementara itu, isi kepalanya ribut, 'Maafin aku, Ara. Aku belum bisa bilang kalau 'kasus' yang dibahas itu tentang gimana cara lepas dari cengkeraman kakakmu. Aku nggak bisa bilang kalau tanganku ini ditarik bukan buat diskusi, tapi buat nafsu, aku memang sangat hina, Ara, karena sudah menjadi budak seks untuk kakakmu dan juga banyak wanita selama bertahun-tahun.'
Hot Chapters