Sentuh Aku, Om Dokter!
“Awalnya aku nggak ada niatan selingkuh, Nek. Itu semua berawal dari Inara yang menawarkan diri. Dia bersedia aku hamili.”
“Ya jelas bersedia lah, orang dia miskin.” Mirna mendengus sinis, nada suaranya penuh penghinaan. “Dengan dia hamil ’kan nantinya kamu bisa nikahi dia, gimana sih!!” kesalnya menggebu-gebu. “Kamu ini memang bodoh ya, Bil. Padahal seharusnya kamu cari selingkuhan itu minimal yang sama seperti Qiara, dari keluarga kaya. Jadi ’kan nggak jomplang.”
Bersambung....