Selir Medis Penguasa Langit
Satu kata demi satu kata didengarkan berulang kali.
"Sera khawatir aku tidak punya pacar, seperti dirinya yang dulu." Kakak Sera tertawa dengan mata berair.
Jari-jari ibu Sera ingin menyentuh wajah Sera di atas layar. Dia mengangkat kepalanya, matanya penuh dengan air mata, tapi dia tersenyum. Dia memandang ayah Sera seperti sedang bermimpi. "Aku ingat kelahiran Sera pada hari itu, kamu memeluknya di samping tempat tidurku. Kamu terus bilang, pintar dia sudah bisa melakukan begini saat usianya baru satu bulan. Ketika dia berusia tiga tahun, dia membacakan puisi tang, kamu bilang dia sangat hebat. Saat di Taman Kanak-Kanak, setiap hari mendapatkan bunga merah, kamu bilang dia hebat sekali.”
Hot Chapters