Dendam Dan Pengkhianatan
Ya, Tom yang memang nyatanya hanya seorang diri, sudah tak perduli dengan siapa dan apa latar latar belakang menolong gadis yang sama sekali tak dia kenali, dia begitu perduli dengan jiwa penolongnya yang seolah iba dengan apa yang sudah dia dengar tadi.
“Lepaskannn...!”
“Aku hanya ingin mati dan mengakhiri derita ini, lepasssss...ku mohonnn...!”
Gendis menangis terisak, mencoba melepaskan tangan kekar itu namun tak bisa. Tom, mencoba berupaya menjelaskan pada gadis yang dia tolong itu.
“Lalu, kau tidak berpikir bagaimana ibu atau ayahmu serta keluargamu, jangan bodoh!”