Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Dari ruang tamu, sayup-sayup terdengar suara televisi yang menyiarkan berita, dimana Adrian tampak rileks tergelar di sofa. “Bunda, menurutmu gambar ini bagus nggak?” Aruna memotong keheningan, sambil mengangkat lembaran sketsanya itu tinggi-tinggi. Ayla menoleh, matanya berbinar melihat gambar simpel yang menggambarkan tiga sosok—dua orang dewasa dan seorang anak—yang berdiri ceria di depan rumah kecil yang dikelilingi taman bunga. “Wah, ini bagus sekali, Sayang,” puji Ayla, sambil tersenyum lebar. “Ini kita semua, kan?”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Ditinggalkan Karena Gendut Dan Tak Cantik Lagi

Ditinggalkan Karena Gendut Dan Tak Cantik Lagi

kata anakku dengan menyerahkan selembar kertas gambarnya. “Apa ini sayang?” tanyaku. “Buat mama, kresna buat di sekolah,” Ku lihat gambar yang kresna buat, gambar dengan 4 manusia yang saling bergandengan, di gambar bajunya itu ada tulisan mama, papa, ka abhi, kresna. Lucu sekali, ini pertama kalinya anakku menggambar seperti ini. “Bagus sekali, mama pajang ya nanti di kamar,”ucapku dengan mengelus rambut anakku.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
BARA CINTA TERLARANG

BARA CINTA TERLARANG

tanyaku. “Iya, di depan sama, tapi kok di belakang ceritanya lain?” protesnya. Aku membuka buku cerita bergambar yang berisi gambar dan sedikit cerita di bawahnya.Aku tersenyum, mungkin oom Bulus sudah ngantuk jadi cerita di belakangnya hanya dikarang-karang saja.Aku mencari buku cerita yang lain. “Apa ini papa pernah cerita?” tanyaku.
95.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
DIKIRA ANAK HARAM, TERNYATA ANAK SULTAN

DIKIRA ANAK HARAM, TERNYATA ANAK SULTAN

Namun kembali aku tertuju pada dua orang yang berdiri di balkon atas sebelah kanan. Bu Murni menatapku, "A-a-apa selain pandai melukis Riris juga indigo?" Aku mengeleng pelan, siapa yang tak akan menyangka seperti itu jika gambar yang dilukiskan Riris itu mengambarkan sepasang laki-laki dan perempuan dengan gaun yang mereka kenakan penuh darah. Aku tahu Riris mengambar ayah dan ibunya. Ya... Yang ia gambar adalah Belinda dan Bagas. Namun kenapa harus digambar dengan pakaian penuh darah seperti itu. Ah! Pasti Bu Murni ketakutan.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Padang : Lantai Pertama

Padang : Lantai Pertama

kata Sahya sambil menunjuk ke sebuah gambar. Di sebelah gambar itu terdapat coretan seperti ada seseorang yang memegang busur dan anak panah. Namun, rasio tersebut tampaknya tidak normal. Beberapa gambar lainnya juga sama, proporsi tubuh kelinci mirip dengan beruang, di sebelah kiri lukisan tersebut bahkan ada lukisan kuda, meski tubuhnya digambar mungkin agak terlalu pendek.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Di setiap tubuh pada gambar itu diberi beberapa warna, setiap warna berbeda beda, dan ada penjelasannya. Ketika akan membaca penjelasan tentang gambar itu, membuat Xinyi tidak bisa tidak terkejut, karena.... "Saya tidak bisa membaca!" -------------------------------------------------------------- End Chapter
1037.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

"Tulis dan gambarlah sesuatu yang berhubungan dengan Excel yang membuatmu terluka." Cesy mengambil bolpoin lalu mulai menggambar dan menulis sesuai apa yang diperintahkan Yuni. Beberapa menit kemudian, ia sudah menyelesaikannya. Yuni pun melihat hasilnya. Ada gambar dua siluet laki-laki dan perempuan yang menggambarkan laki-laki itu menyiksa perempuan. Lalu ada beberapa umpatan atau perkataan kasar yang diucapkan laki-laki tersebut. Lalu ada gambar perempuan yang terduduk dengan tubuh lebam-lebam dan di kepalanya ada coretan-coretan yang membentuk lingkaran seolah menggambarkan bagaimana rumitnya isi kepala perempuan itu.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Bersambung Hallo Kak, udah baca cerita baru author yang juga berlatar pesantren, berjudul "Pelacur pun Bertasbih?" baru jalan 3 bab dan sempat populer satu di KBM App. Ada event berhadiah 150 koin emas gratis. Cukup komentar di akhir cerita dan sebut nama F* Kakak agar aye bisa tag namanya di F* saat menang nanti. Hai Kak, sudah baca cerita Wafa yang lain? Sudah banyak yang end juga lho : 1. Dilamar Anak Kiai (end) 2. Istriku (berubah) Seksi (end)
1071.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Apa Warna Hatimu?

Apa Warna Hatimu?

Salah satu hal yang kusuka adalah membuat ilustrasi sendiri untuk desainku. Jadi aku nggak usah repot memikirkan masalah hak cipta yang dapat menghadang jika aku sembarang mengambil gambar atau ilustrasi secara online. Aku sibuk melukiskan ilustrasi yang ada dalam kepalaku di atas canvas. Jika sudah rampung lukisan ini akan ku-scan dan kupercantik secara digital. Setelah itu baru kuaplikasikan dalam desain.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

Darto tergagap. INTERUPSI Ustad Jaelani menjeda dan bersuara agak lantang sambil mengacungkan jari, "Yah, ada apa ustad Jaelani?" tanya Yai Sepuh menoleh pada ustad Jaelani. Ada reader pingin diperlihatkan lukisannya pada reader, bagaimana Yai?" tanya ustad Jaelani, "He he he he ... ini bukan Cergam alias cerita bergambar heheheh" ujar Yai sepuh terkekeh, dan ustad Jaelani mengerti maksud Yai sepuh.
9.882.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status