Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengantin Pria Pengganti

Pengantin Pria Pengganti

Dia menunduk menatap kakinya yang terbalut sandal hotel, kemudian memberi penjelasan dengan suara manis dan lembut. “Aku, aku hanya membantu membuat gambar sampul untuk buku yang akan diterbitkan. Editor Kubilang, gambarannya harus memiliki nuansa intim dan menarik. Sungguh! Aku tidak sedang menggambar yang,... porno...” Evelyn menggigit bibirnya. Rayyan tersenyum, padahal dia sedang menahan tawa dalam hati. ”Iya, aku tahu kok. Kamu itu seseorang yang sangat profesional, karena bisa menggambar sesuai dengan keinginan editor tanpa ada unsur yang aneh-aneh apalagi berbau porno.”
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Putra Tersembunyi sang Presdir

Putra Tersembunyi sang Presdir

Senang karena anak itu dengan baik hati juga ingin menggambarnya. Selama lima menit Mahesa menunggu Kenzie menggambar, akhirnya bocah itu selesai dan menunjukkan gambarnya pada Mahesa. "Yeay! Gambarku sudah selesai! Lihat, Om! Gambarku bagus, tidak?" Senyum Mahesa berganti dengan kernyitan alis ketika melihat gambar dirinya yang berdiri jauh dari gambar Kenzie dan Riana. "Bagus. Gambarmu bagus sekali," puji Mahesa pada gambar Kenzie yang mirip seperti orang lidi itu.
10119.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Mencintai Istri Bos

Mencintai Istri Bos

Aku menoleh, tersenyum tipis menanggapi candaannya. "Lagian, baru juga mulai malah ditanya udah selesai apa belem,nge-gambar desaign itu sama kaya ngehalu juga, harus kebanyak bengong buat dapat inspirasi. Pengennya lembur, biar besok bisa dipastikan bagus atau tidak. Minimal tau kemampuan kita. diterima atau ditolak gambar-gambar ini."
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Bukan Cerita Dongeng

Bukan Cerita Dongeng

Hai readers, cerita ini hanya fiktif belaka ya. Kalau ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Semoga suka, selamat membaca🤎 🌼🌼🌼 Dalam lamunan dan ditemani tumpukan buku di atas meja belajar, ia menatap lurus ke arah cermin di kamarnya.
18.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 606 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Ia perlu berpikir keras untuk menghasilkan itu semua, walau menurut teman temannya Raina itu bisa membuat puisi atau semacamnya dan bagus namun tetap saja menurut Raina itu kurang sempurna dan masih pada nilai di tengah tengah. Saat Raina mulai menuliskan kata katanya setelah beberapa menit mendapatkan ide, ia melihat Clara yang sudah asik dengan kertas dan pulpennya mencorat coret kertas putih dan kosong tadi dengan tinta hitam. Raina pun segera kembali dengan kertasnya lalu menuliskan idenya tadi sebelum kata kata itu hilang dari pikirannya dalam artian ia harus berpikir ulang lagi nantinya.
18.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Psycho Pathos

Psycho Pathos

Beberapa gambar yang terlihat, tampak lebih jelas dengan adanya bentuk rumah dan sebuah keluarga, sebuah gambar lain menceritakan anak kecil yang terpenjara dalam gelap, sementara gambar lain hanya beberapa benda yang dibuat semenyeramkan mungkin oleh gadis itu. Raksi menutup buku gambar yang ditunjukkan Liana padanya. coret coret yang dibuat gadis itu mewakilkan isi hati yang selama ini ia simpan. Kegelapan yang selalu menghantui, berujung menjadi kemarahan dan kebencian. “Kau sudah siap untuk bercerita atau masih ingin menggambar?” tanya Raksi, ia menyerahkan kembali buku gambar tersebut pada Liana.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

Rania menunjukan cerpen itu kepada Desfa. "Wah, bagus. Tapi, aku selesaikan yang ini dulu." Rania yang telah membaca cerpen adiknya itu, kemudian memilih untuk melihat isi keseluruhan majalah. "Des!" "Des! Coba liat sini!" panggilnya. Rania menunjukan foto Gama yang terpampang di halaman sepuluh majalah. Judulnya adalah PUTRA NEGERI: SI JENIUS.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Bride (Indonesia)

Bride (Indonesia)

*** Terima kasih telah mampir, mohon maaf apabila ada cerita yg kurang berkenan ini hanya fiktif dan imajinasi penulis🙂 fb leeana ratna sari iG @Gadis pecinta mendung@writer_ in_box
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai cerpen beserta gambar ilustrasinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status