Pria Alfiyah
Tebu Ireng, 15 Juli 2016
Saat aku mendapati kamu sedang mengerjakan soal-soal ujian itu, aku terpancing untuk mendekatimu dan bertanya. Aku tidak tahu mengapa bisa begitu, seharusnya aku tidak boleh menyapa atau yang lebih parahnya, kita mengobrol. Menanyakan nama kita masing-masing. Kita itu santri, terikat peraturan. Apalagi aku? sekarang aku rois di pesantren ini. Mana mungkin aku melanggar, itu sangat lucu. Tapi kenapa, sejak aku bertemu denganmu, pagi itu, aku tidak takut hukuman. Biarkan orang berkata apa, tapi yang aku inginkan adalah bersamamu, berbincang-bincang singkat, menyapamu, aahh entahlah. Aini Halwa. Namamu sangat bagus, yap, sekarang kamu jadi peran dalam cerita singkatku k
Hot Chapters