Istri Galaknya Om CEO
" seru para jamaah yang dimulai dari siapa lagi kalau bukan Kang Musa.
"Ngomongnya belum selesai. Diizinan lanjut gak?" tanya Ciara.
"Monggo Cintaku," kata Haidar.
"Wuiihhh, lanjut-lanjut!" teriak para jamaah lagi.
"Dia tampan, pinter, bahkan jadi guru, kemungkinan sholatnya juga rajin orang gerangannya suatu tempat. Gerangan ya bukan garangan. tapi kenapa pacaran? Lantas, mana nih orang baik yang sesuai dambaan aku? Sampai diriku merasa di titik, kok nggak ada ya dalam satu kawasan besar, nggak ada yang menjadi patokan suami idaman versiku. Benar sih, cinta itu nggak beralasan, tapi karena kejadian itu aku seperti mati rasa untuk semua laki-laki di sana, kecuali satu sih. Hmmm, tapi tetep a
Sikat na Kabanata