Kontrak Pernikahan dengan Bosku
“Aku benar-benar nggak tahu arti kata jijik, ya, Sat.”
Ada cibiran yang Daya dengar, “Kamu takut sama suamimu?”
“Takut?” Kerutan di dahi Daya malah semakin menjadi-jadi. Adalah suatu kesalahan kenapa ia menanggapi obrolan ini, “Denger, ya! Kamu dan aku itu sudah lama kelar. Sudah nggak ada lagi yang perlu diobrolin.”
“Aku hanya ingin bilang kalau selama ini aku menyesal. Aku menyesal karena melarikan diri begitu saja. Aku benar-benar terpaksa melakukan itu. Aku terlibat utang dan—"