SHANIA
Tangisan itu begitu menyedihkan dan menggetarkan hati, hingga akhirnya memaksa Shania maju dan mendekatinya.
Tangan lemah Shania menyentuh lembut pundak Bianca, hingga membuat gadis itu terkejut dan memalingkan badannya pada sang pemilik tangan. Sorot matanya penuh keterkejutan, sekaligus menunjukkan perasaan asing, karena merasa tak mengenal Shania. Shania dengan wajah pucatnya lalu tersenyum. "Aku Shania. Aku berada di mobil yang sama dengan mamamu saat kecelakaan itu terjadi."
"Oh," desah Bianca lemah. "Apa kamu adalah gadis dari panti asuhan yang dimaksud Pak Heru?"
Hot Chapters