Menuju Matahari
Mata Pratiwi terpejam sesaat, tertawa pelan.
Dan mereka berdiri saja, dengan bayangan menjadi satu, pada warna-warna langit yang seperti berasal dari alam lain.
“Aku ingin selamanya begini. Hanya kau, aku, dan senja.”
“Tapi kalau hanya begini terus, hamilnya kapan?”
Pratiwi ngakak keras. Keras sekali. Tapi yang ini bernada mangkel.
“HALAH! DASAR PERUSAK SUASANA!!!”