Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Tatapan matanya penuh misteri, apalagi saat aku mendekatinya. "Kamu siapa?" tanyaku, sedikit bingung. "Lho, harusnya aku yang nanya ke kamu. Kamu itu siapa? Dan ada keperluan apa di sini?" Dia malah bertanya balik, seolah-olah dialah Salwa, pemilik rumah ini. Aku gak boleh terkecoh, mungkin wanita ini adalah salah satu komplotan Mas Andra yang mau menjebakku. "Kamu Mbak Salwa kan?" ucapku tersenyum. "Mbak, ini aku Marni. Masa Mbak lupa sih sama aku, sepupu Mbak Sendiri?"
102.1K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as chotto matte
Read
+Library
Mati Kembar
Read
+Library
Tilasmat

Tilasmat

(Tampan sekali pria itu, mirip idola si Kokom kalau tidak salah) "Saha, Imas? Cing sok," tanya gadis satunya lagi. (Siapa, Imas? Coba sebutkan) "Eta gening anu ngarannya teh Seok Seok kitu. Alah duka saha pokona mah hese nyebutna urang mah. Maklum letah urang gunung," seloroh gadis bernama Imas. (itu lho yang namanya itu Seok Seok gitu. Entah siapa pokoknya susah nyebutnya. Maklum lidah orang gunung)
105.3K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as chotto matte
Read
+Library
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Aku benar-benar seperti benalu profesional. Hotpot di atas kompor mendidih. Uap panas mengepul di udara, membuat wajah Phil tampak samar di balik kabut. Mungkin ini lebih baik. Dengan begini, dia juga tidak bisa melihat wajahku dengan jelas. Mungkin ... aku jadi terlihat tidak terlalu buruk di matanya. Hotpot itu terlalu panas, jadi aku hanya mencelupkan sedikit daging ke saus pedas dan mencicipinya sedikit demi sedikit.
10.7K viewsCompletedAdded to Library 418 Times as chotto matte
Read
+Library
Menuju Matahari

Menuju Matahari

Mata Pratiwi terpejam sesaat, tertawa pelan. Dan mereka berdiri saja, dengan bayangan menjadi satu, pada warna-warna langit yang seperti berasal dari alam lain. “Aku ingin selamanya begini. Hanya kau, aku, dan senja.” “Tapi kalau hanya begini terus, hamilnya kapan?” Pratiwi ngakak keras. Keras sekali. Tapi yang ini bernada mangkel. “HALAH! DASAR PERUSAK SUASANA!!!”
9.526.3K viewsCompletedAdded to Library 578 Times as chotto matte
Show Reviews (17)
Read
+Library
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Read All Reviews
Mate

Mate

sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as chotto matte
Read
+Library
CAT-CH ME!

CAT-CH ME!

"Udah gue bilang, gue nggak suka beginian." Aku mengambil telapak tangan Sada dan meletakkan statue itu di sana. "Walaupun kamu nggak suka, tapi tolong disimpan. Anggap aja ini sebagai ucapan terima kasih dari aku. Kan masih bisa kamu simpan di lemari atau di mana gitu, tapi jangan dibuang ya." Sada tampak berfikir sejenak. "Yaudah, gue bawa." Aku melonjak senang dan mulai menjelaskan mengenai statue yang ada di tangannya. "Dia namanya Kagami Taiga, dari anime Kuroko no Basuke. Tau nggak anime itu?"
102.9K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as chotto matte
Read
+Library
My Possessive Bodyguard Matteo

My Possessive Bodyguard Matteo

Dengan pembawaan yang tetap tenang, Matteo membersihkan wajah Luna dari make up yang luntur dan menyelipkan anak rambut Luna ke balik telinga. Luna merasa sedikit lega setelah menyampaikan hal yang mengganggu pikirannya hari itu. Tatapannya tertuju pada Matteo yang masih berjongkok di samping kursinya. Pria itu tampak merogoh saku celanannya, sampai akhirnya sebuah kotak perhiasan berbahan beludru berwarna hitam ia keluarkan dari saku celananya. "Maaf, tapi hanya ini yang bisa aku berikan di hari ulang tahunmu." Ucapan Matteo membuat Luna mengerjabkan mata berulang kali, ternyata Matteo tahu bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya.
5.5K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as chotto matte
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status