Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

ujar Mata Hitam tanpa basa-basi. Kemudian, Mata Hitam membuka kain merah yang menutupi nampan itu dan sebuah patung giok berbentuk kirin pun muncul di hadapan semua orang. Giok kirin ini memiliki warna hijau pekat dan sangat bening. Tingkat transparansinya terlihat jauh lebih tinggi daripada tingkat transparansi giok kaca. Selain itu, sama sekali tidak ada corak, retakan, ataupun kotoran yang terkandung di dalamnya.
8.84.7M viewsCompletedAdded to Library 178.0K Times as mata sinis
Show Reviews (1547)
Read
+Library
Raden Arya
saya do'akan penulis novel ini diberikan kesejahteraan dan kelancaran dalam hidupnya, juga kepada para pembaca setia. izin promosi ya kak... bagi yang suka novel dengan alur mafia dan balas dendam. yuk mampir ke novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. terimakasih...
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
ISTRI PAJANGAN

ISTRI PAJANGAN

Untuk beberapa saat aku bertahan memejamkan mata, tapi rasa penasaranku membuatku membuka mata untuk menatap matanya yang sangat indah itu. Mata Sabrina sangat indah dengan lensa yang hitam pekat itu, tidak lebar dan tidak juga sipit. Sangat khas mata asli pribumi, serta bulu mata yang sangat lentik dan alis asli tanpa sulam ataupun permak yang memagari mata indahnya. Kulit bersih berwarna kuning langsat, hidung yang tak terlalu mancung juga tak terlalu pesek, sangat pas pada postur wajah cantik alaminya. Jangan lupakan bibirnya yang sangat ranum menggoda itu, sering melantunkan ayat-ayat Allah dengan sangat indah lagi merdu. Ingin sekali rasanya aku mengecap bibir manis menggoda itu, jika s
103.6K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as mata sinis
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Riasan tebal dengan warna mencolok dan rambut di-curly membuat Alina terlihat semakin dewasa. Gaun hitam pendek dengan bagian atas dipenuhi payet tampak elegan. Mengenakan high heels tinggi, Alina kesulitan melangkah, namun ia berusaha. Sesekali ia hampir terjatuh hingga tubuhnya melayang ke pangkuan pria bermata hazel. “Maaf,” ucap Alina tampak malu dengan wajah memerah.
893 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as mata sinis
Read
+Library
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Rasanya sungguh malu bertemu mata dengannya saat ini. "Ooo ... jadi ini wanita yang membuatmu hampir mati, Dev?" Aku tersentak mendengar suara seorang wanita di belakangku. Mataku membulat saat melihat seorang wanita paruh baya namun masih sangat cantik dengan pakaiannya yang sangat elegan dan sopan. Rambut pendeknya dengan model oval sebahu, membuatnya semakin berwibawa dan pantas disegani.
9.6290.7K viewsCompletedAdded to Library 7.8K Times as mata sinis
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as mata sinis
Read
+Library
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

Kriieeeettt Pintu besar itu terbuka, kaki jenjang berbalut celana bahan berwarna hitam itu melangkah masuk, menampilkan seorang pria seumuran Galen dengan rambut merahnya, Marquis Crinossio. Isandra sudah dapat menebak siapa orang di hadapannya ini, tentu saja karena ia sangat mirip dengan pemuda yang sering mengganggu Isandra. "Matthew, ada apa?" tanya Galen datar. Matthew tersenyum tanpa dosa, "Tidak ada, saya hanya ingin melihat tuan putri" ucapnya tersenyum manis tanpa dosa. Bibir Isandra berkedut saat menatap Matthew yang tingkahnya sangat mirip dengan Jayden. 'Jiplakan ya?' batin Isandra.
5.5K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as mata sinis
Read
+Library
My Mate is a Wolf

My Mate is a Wolf

bisiknya begitu halus di depan bibir Selena yang pucat. Perlahan tangan kekarnya yang besar terangkat untuk melingkupi wajah halus Selena. Ia usap perlahan air mata yang membasahi pipi wanita cantik itu menggunakan jari jempol dengan sangat pelan dan lembut seolah takut jika ia mengeluarkan sedikit saja tenaganya, maka jempolnya itu akan melukai paras menawan sang ratu serigala yang telah tersuguh tepat di depan matanya ini.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as mata sinis
Read
+Library
Raina

Raina

Cih, kubuang ke Pulau Komodo si Biji Selasih ini biar jadi santapan lezat hewan melata asli Indonesia itu. “Sepuluh juta,” cetusku tanpa berpikir. “What???” Matanya melotot. “Sinting, ya, lo? Sepuluh juta sebulan mau lo pake apa?” “Di era sekarang mana ada harga barang kurang dari seratus ribu. Lipstik gue aja harganya mahal. Belum bedak, eye shadow, pensil alis, blush on, skin care lainnya. Lima juta mah abis buat beli make up. Terus gue juga kudu shopping baju-baru ter-update, tas branded, sepatu. Belum lagi nyalon, banyak bukan kebutuhan gue?”
109.9K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as mata sinis
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
Ia menggunakan kaos oblong warna soft kuning dan celana jeans warna krem. “Kamu pikir Fita ini makanan?” timpal Hafiz. “Iri bilang bossss!!!” jawabnya santai. “Ma… cocok nggak aku dan Fita? Bajunya sama-sama kuning pula.” tanya Alfa pada Mamanya yang hendak ke dapur. Yang ditanya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keusilan Alfa. Pasti sih, dia ini mau buat panas si Mas Wira.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as mata sinis
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

goda sang perias sambil mulai membersihkan wajah Selin. Proses merias pun dimulai, Selin hanya diam membisu saat kuas-kuas halus itu mulai menari di wajahnya. Karena menggunakan adat Jawa Solo, puncak dari riasan ini adalah pembuatan Paes. Jadi butuh ketelitian dan kerapian. Dengan penuh konsentrasi, sang MUA itu melukis lekukan hitam pekat di dahi Selin menggunakan pidih.
10796 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as mata sinis
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status