WANITA PENAKLUK SAMUDRA
"Kau berani mengorbankan prajuritmu? Mengorbankan cintamu?"
"Kau tidak memahami cinta, Houtman," suara Mala, kini lebih dari sekadar suaranya sendiri, bergetar di seluruh ruangan. Itu adalah suara gelombang pasang, suara badai yang mendekat. "Cinta tidak terkalahkan. Cinta adalah pengorbanan. Dan aku akan membebaskan Krael, dan lautan ini, dari kegilaanmu!"
Dia melepaskan.