Gadis Kecil Di Kamar Hotel
Menganyam kenangan seorang diri, bercinta bersama sepi, ditemani desau angin dingin, yang dikirim puncak Gunung Salak yang berdiri angkuh dan setia, seperti ingatanku pada manisnya cinta Gayatri yang tak surut.
Berapa pun banyaknya kaum hawa menggoda, aku tak pernah goyah, karena aku yakin itu bukan cinta, melainkan hanya hawa nafsu melihat pangkat dan gelimang harta. Sementara hatiku kadung terkubur bersama pusara kekasih tercinta. Hingga kemarin, seseorang mengirimiku gadis kecil itu, di kamar hotel yang sama, dan aku mulai goyah.
“Saya sudah selesai, Tuan,” ucapnya halus meski tak urung membuatku kaget dari lamunan panjang. Wajah terbasuh wudhu itu makin terlihat segar.
Bab Populer