Manis di Bibir, Pahit di Takdir
Suaranya pecah, nyaris berbisik.
“Viona, aku akan mati kalau kamu terus begini… tolong kembali padaku. Aku nggak bisa hidup tanpamu!”
Kesombongan dan harga diri yang dulu menempel padanya, kini merendah, memohon padaku dengan suara lembut.
“Devan, cukup! Kamu sudah melukainya terlalu dalam. Untuk apa dia kembali padamu?” Bima, yang biasanya lembut, menatap dingin, lalu membawaku pergi tanpa menoleh.
Hot Chapters