Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati
Usai makan, Clarin duduk di sisi ranjang, mengobrol santai dengan kedua orang tuanya.
“Ayah, Ibu, aku mau berbagi kabar baik.” Clarin tersenyum kecil. “Minggu lalu, Pak Dodi mengumumkan di rapat bahwa bonus kuartalanku ditarik. Tapi entah kenapa, beliau dipindahkan secara mendadak. Atasan baru kami, Pak Winardi, bilang bonus itu akan tetap diberikan. Nilainya sekitar delapan puluh sampai seratus juta. Nanti setelah gajian, aku kasih setengahnya untuk Ayah dan Ibu.”