Klandestin
Bahkan Batara tak mendengarkan ocehan Harsa, yang terdengar seperti gumaman ditelinganya.
Jam istirahat berbunyi, meski kemarin ia sudah berkeliling, bukan berarti ia sudah hafal segala tempat. Harsa mengajaknya ke kantin, setelah memikirkannya beberapa saat, Batara memilih menerima ajakan Harsa, sekalian mengenal tempat tempat yang lain dan mengakrabkan diri. Mereka pergi bersama seorang lagi yang namanya Tirta. Cowok tampan yang sangat sempurna di mata Batara, rahang kuat, hidung mancung bagai perosotan, serta mata tajam yang mengintimindasi. Jika diibaratkan dia bagai anime yang keluar dari komik. Oke cukup, Batara masih normal, ia hanya kagum saja.
Bab Populer