Tukang Pijat Tampan
Kedua kakinya menapak dengan akurat; satu kaki di sisi kiri beling dan kaki lainnya di sisi kanan, menjaga keseimbangan tubuhnya yang berdiri tegak di atas lebar tembok yang hanya setebal dua bata.
Adit berdiri di sana hanya selama satu kedipan mata, persis seperti seekor kucing yang sedang menimbang keputusan sebelum menerkam, lalu ia meluncur turun ke area bagian dalam. Ia mendarat dengan kedua lutut yang sedikit ditekuk untuk meredam beban, sementara jemarinya menyentuh tanah sebentar guna menstabilkan posisi.