Tak Ada yang Kedua
Niko menundukkan pandangannya padaku, sudut bibirnya sedikit terangkat, lalu menjawab, “Oke.”
Akhirnya, setelah sekilas melirik Anto dengan tatapan datar, ia melangkah menuju tempat parkir.
Kini, hanya aku dan Anto yang tersisa di pinggir jalan.
Dia secara naluriah ingin mendekat, tapi aku tanpa suara melangkah mundur beberapa langkah, lalu berkata lembut,
“Pak Anto, sebaiknya kita tetap menjaga jarak, kalau tidak nanti kita bisa tertangkap kamera paparazi.”
ตอนยอดนิยม