MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
"Karena aku sudah lihat sendiri. Kau tidak hanya menggambar perabot. Kau menciptakan cerita. Kau membuat kayu berbicara, membuat kursi menjadi simbol, membuat meja seolah punya doa yang melekat di dalamnya. Itu yang tidak dimiliki orang lain, Liam. Kau memiliki identitas yang kuat. Kau hanya butuh panggung untuk tampil."
Chatrine terus bicara tegas. "Kita harus menang dalam project ini, karena project Dubai ini bakal menjadi pintu besar untuk masa depan galeri Conelli."
Liam menarik napas panjang, tangannya menyentuh salah satu kertas. "Kadang aku merasa… ini terlalu gila. Menyatukan seni tinggi dengan budaya yang begitu kuat, tanpa merusak akar mereka. Rasanya seperti sedang berjalan di tep