Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Desah Di Kamar Sebelah

Desah Di Kamar Sebelah

Mengapa kamu tega membunuh seseorang hanya karena hal yang seharusnya bukan urusanmu? “Aku ini penjahat, Nami. Aku pembunuh. Bahkan Ina belum tahu tentang rahasia besar ini. Aku takut untuk mengakui kesalahanku. Aku takut jika nanti polisi akan menangkapku. Maka dari itu, izinkan aku untuk menebus dosa-dosaku kepada Ina dengan cara ini, Nami. Aku ingin menghanguskan dosa-dosaku itu dengan cara merawat Ina di masa-masa sulitnya begini.”
9.9431.1K viewsCompletedAdded to Library 10.8K Times as confession of a murderer
Show Reviews (27)
Read
+Library
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Read All Reviews
Dendam Sang Biduan

Dendam Sang Biduan

Jack menyeringai, menekuk kedua tangan di meja lalu mencondongkan tubuhnya pada Anwar. “Kau pembunuh? Mengakui akan meringankan hukuman! Untuk apa kau membunuh?” “Aku tidak membunuh, aku tidak membunuh!” Anwar menggelengkan kepalanya dengan cepat, wajahnya memucat. “Jika kau tidak membunuh kenapa kau bilang ‘bukan pembunuh’?” Jack kembali mengulang kalimat tanya yang serupa membuat Anwar semakin terjepit.
102.6K viewsCompletedAdded to Library 101 Times as confession of a murderer
Read
+Library
Tujuh Dosa Besar

Tujuh Dosa Besar

hardik Dida. “Mulut memang bisa berbicara apa saja, tapi tetap hati yang bisa merasakan. Aku tahu, maksud dan tujuan kamu berkata bahwa aku tidak bersalah. Kamu ingih menghasutku! “Selama hampir lima tahun aku hidup dengan perasaan bersalah. Aku membunuh banyak orang. Tentu awalnya aku pun selalu menyangkal bahwa aku salah. Sampai akhirnya hari ini, di sini, aku yakin!
1013.1K viewsCompletedAdded to Library 486 Times as confession of a murderer
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Tidak mungkin. Aku tidak mempercayainya.” “Kau punya sebuah penjelasan, bukan? Bagaimana pembunuhan itu dilakukan?” tanya Tania. “Ya, sekarang buka kembali tasmu, Tuan Mori. Keluarkan pistol mainan itu.” Sambil bergetar, Tuan Mori membuka tasnya dan membuka bagian yang sebelumnya terlihat seperti batangan itu. Ia masih tak percaya dirinya dikatakan sebagai pembunuh, karena memang... Bee dan yang lainnya tengah bersandiwara agar pelaku sebenarnya mengakui perbuatannya.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as confession of a murderer
Read
+Library
KAMU KRIMINAL ISTIMEWAKU

KAMU KRIMINAL ISTIMEWAKU

"Kejahatan apa yang sudah kamu lakukan?" Merin tidak langsung menjawab. Untuk beberapa detik, dia memainkan bibir bawah dengan giginya. Memilah-milah kata yang tepat untuk disampaikan, tapi dia rasa hal itu menjadi tidak perlu. Merin membalas tatapan Sofia dengan senyuman, meskipun tersirat kesedihan di dalamnya. "Aku membunuh seseorang." ***
2.0K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as confession of a murderer
Read
+Library
SUN TO YOUR NIGHT

SUN TO YOUR NIGHT

“Paman, aku memang membunuh banyak orang, dan mungkin lebih banyak darimu. Tapi, kau tahu apa yang membuat tanganku lebih bersih dari tanganmu? Aku membunuh musuhku, tepat di depan matanya. Aku mengatakan apa kesalahan mereka dengan mulut atau mataku, aku tidak tersenyum pada mereka yang akan aku bunuh dengan tanganku sendiri. Juga ... aku tidak mengatakan kalimat-kalimat manis sebelum menebas leher mereka. Singkatnya, aku tidak licik dan sejahat dirimu.” Connor sudah babak belur, tubuhnya yang tak lagi muda itu tentu saja dengan mudah dilimbungkan oleh Noah. Tapi rupanya itu tak cukup untuk membuatnya menyadari kesalahannya dan merasa takut akan hukuman yang sudah pasti ia terima.
1017.5K viewsCompletedAdded to Library 611 Times as confession of a murderer
Read
+Library
Pengkhianatan Suamiku

Pengkhianatan Suamiku

"Mas, kau sungguh seorang penghianat!" Kulempar ponsel yang ada dalam genggamanku hingga terpental cukup jauh. Aku tidak peduli bagaimana bentuknya. Namun, yang jelas hatiku sangat sakit sekarang, bagaikan ada sebuah pisau yang menunduk dengan sangat dalam, kemudian ditariknya secara perlahan. Sudah jelas semuanya, bukti yang aku miliki semakin kuat. Hanya tinggal mengungkap satu hal lagi saja. Yaitu, siapa sebenarnya wanita hina yang berani berselingkuh dengan suamiku.
9.976.9K viewsOngoingAdded to Library 1.8K Times as confession of a murderer
Read
+Library
The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)

The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)

Bagaimana perasaanmu setelah menggunakan pisaumu? Apa kau senang? Wah, aku sama sekali tidak menyangka jika kau sehandal itu menggunakan pisau. Selamat, karena kau sudah berhasil melakukan pembunuhan pertamamu. Saat itulah, Luna sama sekali tidak bisa menahan diri untuk kembali memuntahkan semua makan siang yang mengisi perutnya. Kepala Luna terasa berputar, karena hantaman fakta, jika orang yang sebelumnya ia lukai sudah meninggal. Luna menatap kedua tangannya yang bergetar hebat. Ia sudah menjadi pembunuh. Bukan hanya menjadi istri dari seorang penjahat kelas kakap, kini Luna bahkan sudah melakukan sebuah tindak kejahatan yang jelas tidak termaafkan. Luna menangis histeris. Ia sudah menjad
9.9127.0K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as confession of a murderer
Read
+Library
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

Dan dia harus hidup dengan rasa bersalah ini untuk selamanya. Kematian akan lebih mudah. Jauh lebih mudah. --- Sementara itu, di penjara maksimum security di seberang kota, Pak Darto duduk di sel terpisah. Tangan dan kaki dirantai ke dinding. Dua guard mengamati setiap gerakannya melalui kamera CCTV 24/7. Dia sudah memberikan konfesi penuh. Empat puluh tujuh nama. Empat puluh tujah metode pembunuhan. Dua puluh tahun pembantaian sistematis.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as confession of a murderer
Read
+Library
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

“Well, kurang lebih pada akhirnya dokter itu mengaku jika dirinya memang membunuh Jean-Pierre Braque.” “Hmm,” gumam Alphonse yang masih mencoba memahami akhir dari kasus itu. “Kau sudah puas?” “Tentu saja.. BELUM!” “Aku sudah menceritakannya. Sekarang apa maumu?!” Alphonse menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya—seperti yang sering dilakukan Azalea ketika dia sedang berusaha berpikir. “Aku rasa ada yang hilang dari ceritamu,” kata pemuda itu pada akhirnya.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as confession of a murderer
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status