Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami
“Senang kan? Ya sudah aku mau mandi, istirahat. Capek dari perjalanan. Mulai sekarang kamu yang mengasuhnya ya!“ suruhnya dengan enteng sekali.
“Tapi, Bu. Maaf, Sherly tidak bisa. Sebentar lagi Sherly sibuk apalagi sudah terlanjur tanda tangan kontrak.“
“Halah! Alasan saja, Kamu, kemarin aja gak sibuk, sekarang sibuk! Mau nipu Ibu, Kamu?!“
“Nipu bagaimana sih, Bu?“
“La itu, katanya sibuk. Kontrak apa sih yang ditandatangani? Ngada-ngada aja,” cebiknya.
“Itu, Bu. Tanda tangan kerjasama. Jadi aku akan bikin konten tentang produknya dan si pemilik memberi bayaran sesuai dengan harga yang disepakati,” terangku.
“Halah, lagakmu itu lho kayak orang penting, sok ngartis. Muka aja yang sedikit canti
Hot Chapters