Sisa Rasa
Tidak ada yang salah, dan juga tidak ada yang hangat.
Di ruang praktik, dokter memeriksa hasil terakhir. Senyumnya cukup melegakan.
“Sudah jauh lebih baik. Aktivitas boleh kembali normal. Kerja juga tidak masalah. Cuma jangan terlalu capek dulu.”
Mama langsung menyela, “Tuh kan. Jangan maksa ya, Lin.”
Selin mengangguk. “Iya, Ma.”
Rendra berdiri di sampingnya, memperhatikan jadwal kontrol berikutnya yang dituliskan dokter. “Berarti bulan depan sudah tidak perlu kontrol lagi, Dok?”