Achilles Heel
Merelakan impian dan membangun impian baru lagi.
Achi membuang napas kasar, menutup buku yang sedari tadi terbuka sebagai pedoman menjawab soal benar salah. Dari empat puluh soal yang benar cuman tiga puluh, masih banyak kurang dan harus belajar lagi katanya di dalam hati. Dikembalikannya buku itu ke rak lalu bergegas pergi ke lantai 3 untuk memulai jam mata kuliah selanjutnya. Sambil di jalan memikirkan Seleda, Tania, Vino, Zafran, dan Noel yang makan-makan di cafetaria.
Ah..pasti mereka menikmati makanan gratis kata Achi di dalam hati.
Hot Chapters