Lady Bug
Kepala Vivi jatuh ke atas meja tertarik gravitasi.
"Kenapa sih, kok lemas banget?" selidik April bertambah kepo. "Baru diputusin pacar? Oh sorry, jomblo mana punya pacar." tawanya terdengar lugas seperti dedemit. Sayang sekali usahanya memancing masalah gagal. "Kenapa Vi? Kalau ada masalah jangan dipendam sendiri, nanti berpengaruh pada kejiwaan. Curhat saja, biar plong, biar lega, enteng."
Vivi mau curhat apa? salah-salah malah dijadikan amunisi untuk ejekan.