Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OH DUDA

OH DUDA

"Wah, kamu penulis? Aku nggak nyangka sekarang kamu penulis. Aku tahu betul dulu kamu nggak begitu tertarik sama dunia literasi." "Bukan penulis juga, sih ... aku cuma iseng aja." "Justru yang bilang iseng biasanya berakhir serius. Oh ya, nulis apa?" "Fiksi," jawab Sakina singkat. "Wah, keren! Ada berapa buku yang kamu bikin?" "Satu aja belum, Mas. Dibilangin cuma iseng aja. Aku nulis di salah satu platform gitu, nggak aku jadikan novel. Lagian belum tamat juga."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai contoh karangan fiksi
Baca
+Pustaka
Menantu Sampah Pura-pura Bodoh

Menantu Sampah Pura-pura Bodoh

Ryan sendiri terkejut mendengar perkataan Diana, sehingga tanpa sadar menggenggam jemari tangannya sendiri--mengusir rasa gugupnya. "S-aya lebih fokus pada fiksi, seperti cerita pendek dan novel. Tapi fantasi, Tante. Hehehe, bukan roman picisan." "Kau pasti punya banyak kisah menarik dalam pikiranmu, ya kan?" Diana kembali bertanya, dengan terus memperlihatkan senyuman terbaiknya. Sepertinya, Wanita paruh baya tersebut tidak ingin kehilangan kesempatan.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai contoh karangan fiksi
Baca
+Pustaka
CEO Brondong itu Kekasihku

CEO Brondong itu Kekasihku

“Huuu! Sok tahu. Memang dirimu tahu isi kepala penulis?” “Ti-tidak, sih. Tapi aku sering baca cerita fiksi,” sahutku cepat. Lisa yang sibuk dengan es krimnya menyoal. “Kalau fiksi ilamiah, aku sering baca, Mbak. Semuanya terasa nyata dan tidak meleset dari keilmuan. Bahkan aku pikir penulisnya itu ilmuwan. Terus bagaimana dengan fiksi fantasi? Bukannya itu halunya keterlaluan?”
1043.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai contoh karangan fiksi
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Garasi kosong, lampu padam, tidak ada dering telepon atau pesan menyebalkan. Ruby menegakkan tubuhnya, menampar kedua pipinya sendiri dengan cukup keras. "Fokus, By! Fokus! Lo itu penulis fantasi romantis, bukan detektif! Jangan overthinking. Udah, nulis!" Ia memaksa jemarinya menari di atas keyboard. Ia mencoba menuliskan adegan pertemuan kedua tokoh utamanya di sebuah taman. Namun, lagi-lagi, alam bawah sadarnya mengambil alih. Bukannya menulis dialog romantis, jari-jarinya justru merangkai kalimat yang kelam.
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 417 kali sebagai contoh karangan fiksi
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia menggunakan 'The Narrative Anchor'—Jangkar Narasi. Nara mulai menulis di udara, namun kali ini ia tidak menulis cerita. Ia menulis 'Hukum Fisika Baru' yang menggabungkan logika Bumi dengan imajinasi Nuranipura. "Di sini, setiap tindakan memiliki makna. Di sini, setiap sebab melahirkan akibat yang indah. Di sini, ketidakkonsistenan adalah bagian dari perkembangan karakter, bukan kesalahan."
739 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai contoh karangan fiksi
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Hukum Penulisan Ulang Penulis yang Diundang memutar penanya di udara, dan tiba-tiba cahaya menyelimuti area sekitar makam. Di depan mereka, muncul sebuah meja tulis besar dari cahaya, dengan naskah setebal dua ribu halaman tergulung di atasnya. Ia mulai membaca: “Pasal 1: Dunia Pesantren dibentuk dari gabungan fiksi dan kepercayaan.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai contoh karangan fiksi
Baca
+Pustaka
Bayang Cinta sang Tuan

Bayang Cinta sang Tuan

“Lalu apa hubungannya dengan catatan kisah fiksi ini?” Yah, dia hanya bisa mengalihkan itu pada pekerjaannya sebagai penulis daring dan freelancer. Itu membuat Nicho mengernyit. “Kamu bilang kisah fiksi?” Anne mengangguk. “Tapi, kenapa kepalaku mengingat sesuatu setelah membaca tulisanmu? Ini bukan seperti kisah fiksi.”
911 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai contoh karangan fiksi
Baca
+Pustaka
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

Aku membaca bagian belakang buku. “Ana suka mendongeng kan? Kenapa tidak mengarang saja. Bukukan dongeng-dongeng Umma itu.” “Belum ada waktu, Mas. Aku ingin tulis non fiksi sebetulnya. Kumpulan kisah anak-anak penghuni yayasan begitu.” “Kenapa pikiran kamu sama seperti Diana?” “Sama bagaimana, Mas.” “Diana juga pernah berencana membuat buku seperti itu. Tapi tidak pernah sempat.”
9.227.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 945 kali sebagai contoh karangan fiksi
Baca
+Pustaka
Lady Bug

Lady Bug

Ia menaruh kertas ke atas meja. Tangan Sasa, Mimi dan Vivi berebut mengambil kertas, tapi Sasa yang berhasil menarik benda itu. Ketiga gadis membaca bersama tulisan di sana. "Lihat kan, dengan membaca kamu bisa membuat cerita sesuai aturan pov. Walau masih banyak kesalahan di sana-sini, seperti dialog tag dan sebagainya, tapi ceritamu kali ini lebih bisa dibaca dari kemarin." Wajah berhias senyum. Vivi tak memandang Anjas, malah mengaduk-aduk minuman pakai sedotan. "Makasih, Kak."
9.713.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai contoh karangan fiksi
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Mocha Latte
Overall, aku suka cara kamu menyampaikan perasaan setiap tokoh dalam cerita kamu. Btw, biarpun aku marah sama Vivi tapi aku kasihan juga sama dia. Dia terlalu ingin menjadi penulis terkenal hingga pilih jalan sesat😅 oh iya, terus semangat nulisnya. Aku baca hingga akhir nih😆 Ganbatte kudasai
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status