Tergoda Pesona Ibu Mertua
Beberapa teman kampusnya sudah menunggu di lobi bawah untuk mengerjakan skripsi bersama di perpustakaan pusat.
"Maaf ya, Lila. Sepertinya rencana kita melihat penjual soto ayam yang gagah itu harus batal hari ini. Dosen pembimbingku mendadak minta draf bab tiga," ucap Nayla sambil memasukkan laptop ke dalam tasnya.
Lila menghela napas pendek, namun ia tersenyum maklum. "Tidak apa-apa, Nay. Skripsi lebih penting. Lagi pula, pria manis itu tidak akan lari ke mana, kan?"