Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian
Ada perasaan hampa yang datang dari bawah rokku, hembusan angin dingin membuatku secara tidak sadar mengencangkan paha.
Sebuah rangsangan yang aneh membuat bagian tubuhku basah, tapi aku tidak berani melepasnya. Aku takut pada Daren, apalagi pada ayahnya.
Akhirnya, aku terpaksa memberanikan diri naik ke panggung dan mulai berpidato.
Untungnya, podium dapat menutupi bagian bawah tubuhku, sehingga aku bisa sedikit lebih tenang.
"Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta para siswa sekalian, selamat pagi. Saya adalah ibu dari Bima Hadinata, Indri Pangestu... eh, ugh..."