Pendekar Bukit Meratus
Setelah puas saling melumat, dia mulai turun ke leher dan kini berlama-lama di atas bukit cinta berwarna pink ini.
Desahan lembut Putri Kalia di tingkahi suara hujan yang lebat di luar gua, membuat suasana makin romantisss…!
Begitu sampai di bawah puser, Putri Kalia melayang jauh ke angkasa, saat bibir Pendekar Mabuk dengan telaten menyapu rerumputin tipis yang mulai basah ini.
“Jangan-jangan dia perawan…?” batin Pendekar Mabuk saat melihat perabotan Putri Kalia ini begitu sempit.