Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana cahaya bulan menyentuh wajahmu malam ini, seperti puisi tanpa kata yang hanya bisa kubaca dalam diam. Kau adalah bait-bait yang tak pernah selesai, selalu membuatku ingin menulis lebih banyak, menemukan lebih dalam. Setiap helaan napasmu adalah rima, setiap senyumanmu adalah irama yang menggetarkan jiwaku.
Aku ingin menjadi tinta yang melekat pada kulitmu, menuliskan cerita kita di setiap lipatan waktu. Karena cinta kita bukan sekadar puisi pendek yang dibaca sekali lalu dilupakan, tapi syair abadi yang terus bergema dalam setiap detak jantungku.