I'm the Director
Aku keluarkan ponsel dari saku kemeja, lalu membuka catatan tempat aku menyimpan sajak yang sudah aku tulis semalaman hanya untuknya.
“Denger, ya, denger.”
Aku menarik napas setelah Laras mengangguk dan berusaha fokus padaku.
“Hampa bergelayut, mengempas cinta, berubah benci. Cahaya sirna, menggelap, meruntuhkan air mata. Gumpalan awan hitam melesat, memekat semesta, sirna asa. Emosi berkecamuk, menelungkup seluruh sukma. Ketika asa tak lagi berpihak, kau datang sebagai satu-satunya keindahan yang dapat kulihat, membias, menetap di netra. Senyum dan sedihmu mampu menggetarkan hati. Wajahmu yang sendu merampas benci dalam diri, mengubahnya menjadi harap yang disemogakan semesta. Kau tikam ak
Hot Chapters