PULANG KAMPUNG
Tiap ada yang hajatan, para tetangga membawa beras, pisang, gula, teh, atau bahan lainnya yang bisa digunakan untuk memasak atau menyuguhkan tamu undangan.
Para tamu pun sama saja. Mereka membawa sembako dan uang untuk sumbangan. Setiap yang datang tercatat rapi di dalam buku tulis besar, lengkap dengan nama dan alamat masing-masing.
Jiwa kekeluargaan memang masih begitu besar di sini, tapi kejulidan juga seimbang. Seperti biasa, namanya juga emak-emak, tiap ngumpul seolah tak ada kata lain selain ghibah. Membicarakan keburukan orang lain yang tak ada di tempat itu. Jika yang dibicarakan datang, lanjut mencari artis lain yang siap digosipkan.
Hot Chapters