Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Pemuas Sang CEO

Wanita Pemuas Sang CEO

Selena. Dia mengenalnya. Wanita itu sering muncul di koridor kantor, melenggang percaya diri dengan blouse ketat dan senyum yang terlalu manis saat berbicara dengan Leonhart. Beberapa kali Aurora bahkan memergoki Selena menyentuh lengan Leonhart terlalu lama, atau membisikkan sesuatu terlalu dekat. Aurora menarik napas dalam. Ia memalingkan wajah ke jendela, mencoba menenangkan degup jantung yang kacau.
766 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku

Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku

Aku kemudian memarkirkan mobil juga di kompleks pertokoan itu, dan menuju ke sebuah kantin yang terletak di pojok, dan tak begitu jauh dari toko itu. Segera kupesan espreso dan cemilan, kebetulan kantin masih sepi, karena belum waktunya jam istirahat kan. Kebetulan penjaga kantin itu seorang wanita setengah baya, dan saat itu dia sedang memainkan handphonenya, di meja sebelah depanku. "Itu SWEET SHOP, ramai sekali ya, Bu," ucapku membuka obrolan.
10175.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Mataku tidak teralihkan dari mannequin tersebut. Seorang manager toko menghampiri kami, “Selamat siang pak,” ucap wanita itu mendekati mas Azmi tentunya dan bersalaman dengan mas Azmi. “Saya Karina. Ada yang bisa saya bantu?” ucap wanita itu sambil tersenyum ramah. Wanita itu hanya tersenyum ramah dan menyapa mas Azmi saja, bukan kepadaku. Bahkan dia hanya tersenyum sekilas padaku lalu mengalihkan pandangannya pada mas Azmi lagi.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
Istri Kilat Presdir Tampan

Istri Kilat Presdir Tampan

Company dipasarkan dengan baik. Saat berjalan menuju area parkiran, pandangan Kian mendadak terhenti pada sosok wanita yang sedang berjalan dengan langkah tertatih-tatih di koridor luar. Wanita itu membawa tiga kantong belanjaan besar di kedua tangannya, ditambah dua kotak kardus yang ditumpuk hingga hampir menutupi wajahnya sendiri. Kening Kian berkerut dalam. Kenapa wanita ini tidak meminta bantuan orang lain atau pegawai supermarket?
1047.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
Eratnya Pelukan Tuan Presdir Malam Itu

Eratnya Pelukan Tuan Presdir Malam Itu

Namun, karena akhir pekan nanti ia harus ikut Elvano bertemu klien, ia memutuskan belanja kebutuhan dapur untuk stok di apartemennya lebih awal. Taksi yang ditumpanginya melambat di depan supermarket. Acha masih duduk diam ketika pintu otomatis di sisi depan bangunan itu terbuka. Baru saja hendak turun dari mobil, pergerakannya langsung terhenti begitu matanya menangkap sosok wanita yang baru saja keluar dari sana. Rambutnya tertata rapi, posturnya tegak, dan wajahnya tertutup masker dengan paper bag di tangannya, tanda ia baru saja berbelanja.
1028.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
SUAMIKU DIAM-DIAM MENIKAHI PUTRIKU

SUAMIKU DIAM-DIAM MENIKAHI PUTRIKU

Setelah selesai mempersiapkan diri, wanita yang masih terlihat muda itu pergi ke toko, tempatnya mencari rejeki dan menghibur diri. Di toko sudah ada Afif dan Maya, pasangan muda itu sudah dipercaya Yulis untuk membantunya mengelola toko yang semakin hari semakin ramai. Hari ini lumayan sibuk karena awal bulan jadi toko sedang ramai-ramainya. Banyak ibu-ibu muda berbelanja untuk kebutuhan selama seminggu atau sebulan. Semua sibuk melayani pelanggan termasuk Yulis. Wanita yang semakin terlihat matang itu sibuk mencatat beberapa pesanan pelanggan yang dikirim ke nomer W******p-nya. Sesekali dia menengok jam di dinding, agar nanti tak terlambat datang ke tempat janjian. "Bude, gimana? Semalam j
15.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Di sebuah minimarket yang berada di kota metropolitan dan tempat orang-orang yang tidak mau ketinggalan zaman, tampak seorang gadis muda awal 20-an sedang berada di meja pembayaran. Jika dilihat dari seragam yang dikenakan, dia merupakan karyawan minimarket ini dan bertugas sebagai kasir. Dia berdiri tegak seperti tiang bendera yang tidak akan tumbang walau ada angin bertiup kencang.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
Wanita Penghibur

Wanita Penghibur

"Maaf, Tuan. Saya sudah katakan, tapi beliau tidak percaya." Tepat setelah Mang Ujang mengatakan itu, wanita berambut pendek sebahu tiba-tiba masuk dari pintu pemisah ruang tengah. Wanita itu mendekat ke arah Ray. Tubuhnya tinggi, langsing, dan terkesan kurus. Ia memegang tas kecil dan berkacamata hitam. "Good morning, honey How are you?" Ia meletakkan kacamata di atas meja, Mang Ujang menunduk meminta maaf. Ray hanya mengangkat tangan, mengisyaratkan agar Mang Ujang pergi.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
GADIS PEMBUAT ONAR TUAN RONAN

GADIS PEMBUAT ONAR TUAN RONAN

Baginya, gadis itu seperti seorang bipolar yang memiliki berbagai kepribadian. "Bagus! Berikan dia kawat jemuran!" Ronan memerintah wanita penjaga toko. Wanita setengah baya itu hanya mengerjab. Bagaimana pelanggan yang satu itu bisa bergurau dengan wajah seserius itu. "Tunjukkan beberapa barang yang sesuai dengan keinginannya." Ronan kembali memerintah. Wanita itu mengeluarkan beberapa cincin ke atas etalase.
9.413.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Si Iblis Tampan

Jerat Cinta Si Iblis Tampan

Reaksi kaget Hendery ternyata hanya berlangsung singkat, karena reaksi itu berubah jadi seringaian senang luar biasa, "Jadi aku ada kesempatan mendekatinya?" * * * Katon mengamati seorang wanita paruh baya yang sedang menata puluhan buah jeruk di atas etalase. Wanita itu tampak lelah, namun sepertinya dia tak punya banyak pilihan karena memang hanya itulah mata pencaharian yang dia punya. Semakin Katon awasi, semakin tampak lemah wanita itu, dengan rambut setengah memutih dan kulit yang kusut. Berkali-kali dia mengernyitkan mata menahan teriknya sinar matahari yang tepat di atas kepalanya.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai convenience store woman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status