CINTA yang TERSAKITI
Badan Natasya menjadi bergetar, air matanya jatuh meleleh membasahi pipinya, karena ia tidak percaya mendengar apa yang terjadi.
“Kamu tidak marah dengan Mami dan Papi, ‘kan Ca? Kita sekarang bukan lagi orang kaya dan kita harus berjuang dari nol lagi.” Mami Natasya bertanya kepada Natsaya dengan suara bergetar, karena ia juga sedang menangis.
Natasya berbalik untuk memberikan pelukan kepada Maminya. Dengan suara yang tersendat ia berkata, “Caca tidak marah kepada Mami dan Papi, kita akan membangun usaha kita kembali.”