De Crepusculum
"Aku sedang memikirkan, hal yang sebenarnya harus aku lupakan wahai buku. Aku selalu memikirkan suatu hal yang seharusnya aku tinggalkan sejak saat itu, tapi kini aku malah semakin mendekapnya erat. Seolah aku tak bisa hidup tanpanya. Seolah dia adalah tumpuan hidupku, pusat tata suryaku, oksigenku."
Bayangan not nada, kertas usang dengan pena bulu di sampingnya, tergeletak di atas sebuah meja kusam menghinggapi pikirannya. Sebuah ruang musik, dengan piano antik yang terawat, biola tergeletak asal, gitar yang tergantung, harpa yang berdiri gagah, di sebuah bangunan megah merasuki ingatannya.
Hot Chapters