Dijatah Tiga Minggu Sekali
Maafkan Mama ya, Ibra.
Sekar bermonolog dengan mata berkaca-kaca.
"Masih dong. Ibra anak Mama. Pasti Mama sayang. Jika nanti Ibra punya adik, pasti Mama juga sayang dengan adik Ibra karena Ibra dan adik Ibra nanti lahirnya dari perut Mama. Mama akan berusaha adil. Jika Mama lupa, Ibra tolong ingatkan Mama ya." Suaranya begitu lemah lembut memberikan pengertian pada Ibra. Sekar tahu ini tidak mudah bagi seorang anak kecil yang ayah dan ibunya berpisah, kemudian masing-masing punya keluarga baru. Ibra akan merasa ia sendirian dan bagi Sekar, ia tidak mau Ibra merasa hal seperti itu.