Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BROKEN (INDONESIA)

BROKEN (INDONESIA)

Puncak Bogor Jawa Barat. "Honey, enough." Karin terkekeh mendengar Mark merayunya lagi. Ini sudah yang ke berapa lagi, Karin tidak bisa menghitungnya. Sejak Karin berinisiatif untuk merayu Mark, seharian mereka saling memuaskan satu sama lain tanpa lelah hanya terjeda dengan mengisi perut mereka karena lapar. Seluruh ruangan vila mereka coba, dari ruang tamu, dapur, kamar mandi bahkan balkon tempat terbuka juga mereka gunakan untuk melebur nàfsu yang seolah tidak bisa dipadamkan.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 642 kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Bowo menampilkan aura yang cukup kuat, dan setiap gerakannya memancarkan aura seorang pemimpin yang cukup baik. “Tenang saja, Ki. Aku baik-baik saja. Beberapa bagian memang masih nyeri, tapi tidak terlalu berbahaya. Sebelum membahas kondisiku, aku ingin melihat anak panah serta busur yang sudah kau buat. Aku perlu memeriksa kondisi kedua alat itu karena kualitas akan menjadi satu hal yang perlu diperhatikan. Jika kualitasnya terlalu buruk, maka kita akan sulit untuk menggunakannya,” ucap Sopo Barungan yang tidak memikirkan keadaannya.
1057.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
CINTAKU SEBATAS MATERAI

CINTAKU SEBATAS MATERAI

Sore pun tiba, dimana Rania yang sudah bangun dari tadi langsung keluar dari rumahnya untuk mencari botol bekas karena uangnya sudah tidak ada lagi buat beli lauk untuk besok. Dan Tania di rumah bersama dengan ibunya sambil memijat kaki ibunya agar ibunya bisa jalan lagi seperti dulu. Dimana ibunya tidak bisa jalan sudah tiga tahun setelah meninggal suaminya. Barang bekas yang Rania dapatkan dari hasil mulung sudah cukup, dia pun membawanya ke tukang pengepul yang biasa dia panggil bos. Rania berharap hasilnya lumayan buat beli lauk dan jajan adiknya besok di sekolah.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
Supirku Sayang

Supirku Sayang

Mengambil cangkir dan menuangkan kopi ke dalamnya dengan kening mengkerut. Limah membawa nampan berisi kopi dan juga sedikit camila ke meja Pak Banta. "Aku kehabisan cara menasihati Sheila. Menikah dengan Damar pun kurasa belum tentu efektif menjadikannya lebih baik. Sebagai ayah aku benar-benar tak berguna. Tak mampu mengurus anakku sendiri." Banta berkata sambil menatap keluar jendela. Ia sungguh tak menyangka mengurus gadis muda seperti Sheila akan seperti ini rumitnya.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
Ujung Koridor

Ujung Koridor

Buru-buru amat neng "Gue ajak Diva gak yah?? Aduh Diva kan paling males diajak ke tempat gituan. Masa gue sendiri sihhhh? Ah, Diva kan bisa dipaksa. Nah iya-iya." Airin langsung menelpon Diva dan memohon agar Diva mau ikut. Diva mana bisa menolak. Selain ia peduli pada Airin ia tentu juga tidak ingin membuat Airin kecewa. Ia tampak sangat bersemangat, tanpa susah-susah mendekat Alvin langsung mendekat sendiri. Tok tok tok
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Kemarin stres.” “Stres apa?! Kerja bagus, hidup nyaman, pacar nggak ada — itu pilihan kamu sendiri,” Mama ngomel sambil menepuk kasur. “Kalau kamu tuh nggak terlalu bar-bar dan nggak ngegas mulu sama cowok, mungkin sudah ada yang naksir!” Selin membalik badan dan menutupi kepala dengan bantal. “Ma. . . please. Aku baru bangun.”
10796 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

Mereka berdua tertawa sambil menangis di dalam mobil, sebuah momen sederhana yang justru terasa jauh lebih berharga dibanding semua drama besar yang mereka lalui belakangan ini. Jumat sorenya, Malik pulang membawa hasil laboratorium rutin Nindy dari Dokter Ratna, wajahnya terlihat lebih santai dibanding beberapa hari sebelumnya karena kabar yang ia bawa kali ini adalah kabar baik yang cukup melegakan. "Angkanya membaik dibanding pemeriksaan Kamis minggu lalu, Nindy," ucap Malik sambil menyerahkan lembar hasil laboratorium tersebut, "Dokter Ratna titip satu pesan pendek juga."
1034.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Nnti duduk bareng ya @MahkotaDesi1 ~MahkotaDesi1 Dgn senang jantung, hehe Kak Ari (Gugus 5) Senang hati, Des 💞💞 ~Juna Anggara @RndyAlfa rival lo aktif noh ~Kepo Iya, giliran dia aktif. Si Rendy mlh engga. Ealah ... ~No name Udh japri dluan kali si Rendy hahaha ~Kepo Iya, bnr apa kata lo * *
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Istri tercintanya. *** "Den, makan lagi atuh. Itu kue nya masih ada. Mbok Eka terus menyodorkan kue bolu tersebut kepada Bara, namun dengan lembut Bara menggeleng. Bukan karena tidak ingin, tapi perutnya sudah tidak bisa menampung lagi. "Enggak, Mbok. Bara udah beneran kenyang. Serius," jujurnya dengan tampang memelas agar Mboknya itu tidak terus memaksanya.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 624 kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
BURONAN

BURONAN

* "Maaf, aku lupa bilang kalau pengatur suhunya rusak," "Apa kita perlu ke rumah sakit?" "Tidak usah, aku sudah baikan," "Tidurlah, aku akan menemanimu," * "Kenapa tertawa?" "Tidak apa-apa," "Kamu tidak percaya padaku?" "Mr. Sam, aku ini memang tidak sekolah, tapi aku bukan gadis bodoh yang bisa kamu tipu," "Apa kamu perlu bukti bahwa aku ini bukan seorang gay?" "Bukti? Mungkin perlu. Oke, kalau begitu, kiss me! Just kiss!"
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai cukup borara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status