Di Balik Rupa Burukku
Dia tidak marah walau aku menambahkan gula.
"Apa Tuan Hasan menyukainya?" Aku nekad bertanya
"Ya, rasanya sedikit berbeda, tapi aku suka." Sudut bibirnya melengkung sedikit.
"Tapi aku menambahkan sesendok gula tadi, maaf ya," ujarku.
"Oh ya? Pantas ada manis-manisnya gitu ...."
Entah kenapa perkataannya membuatku berbunga-bunga, perasaan apa ini? Mungkin hanya perasaan bahagia karena dipuji, siapa sih yang gak suka dipuji?
Hot Chapters