Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Namun, aku tidak pernah menyangka bahwa dia bahkan tidak peduli pada nyawaku. Di luar, suara pria mabuk semakin liar. Kata-kata kotor mulai terdengar jelas menembus pintu. Aku tahu, begitu pintu itu terbuka, aku pasti mati!
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua Billionaire

Menjadi Istri Kedua Billionaire

tanya Disha pelan pada akhir kalimatnya. "Bukan urusanmu, dan tidak perlu peduli," acuh Damon, masih enggan menatap Disha. "Kecanduan alkohol bisa menyebabkan kematian." "Kau mendoakanku mati?!" dingin Damon. Disha menggelengkan kepala dengan cepat dan gugup. Percayalah, jantungnya berdebar kencang ketika berbicara dengan Damon, saat sekarang. Punggungnya terasa panas, tetapi telapak tangannya terasa dingin dan beku.
9.9157.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
Marriage With Dosen

Marriage With Dosen

Keringat seukuran biji jagung memenuhi dahi Adrian. “Adrian cukup! Pasien ini telah meninggal,” ucap Dara menyentuh lengan Adrian membuat Adrian menghentikan gerakannya dan menatap Dara dengan sedih. “Aku masih bisa menolongnya,” ucap Adrian hendak menekan dadanya kembali tetapi Dara menarik lengan Adrian. “Denyut nadinya telah hilang,” serunya membuat Adrian menghela nafas frustasi dan mengusap wajahnya kasar.
1019.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
Story of Kris & Liora

Story of Kris & Liora

Air matanya tidak mampu dia bendung. Dian sudah tidak tahan lagi, rada sakit kini telah menjulur ke seluruh tubuhnya. Sepertinya, ini adalah akhir hidupnya. "Ibu sayang Liora, ibu.. tidak kuat lagi.. Aakhhh" teriak Dian di akhir kalimatnya. Tubuhnya sudah tidak bergerak lagi, nafasnya terhenti, dan dia sudah pergi meninggalkan dunia ini, selamanya
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
QUEEN: I LOVE YOU PAPA

QUEEN: I LOVE YOU PAPA

Kepalanya mendadak pusing, dan semua benar-benar terlihat gelap, karena pada saat itu pikirannya benar-benar terasa berhenti. Sorot mata Dinnar kosong. Mungkin kali ini Dinnar benar-benar mati. Atau mungkin saat ini ia hidup tanpa ada nyawa di tubuhnya lagi. Mungkin saja, karena ketika putrinya sudah mendekapnya dan menangis, tubuhnya tampak benar-benar tidak dialiri oleh darah lagi.
1050.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
I Can See Your Destiny

I Can See Your Destiny

Lalu ada pula benang takdir berwarna hitam yang menggambarkan akhir dan maut. Mungkin benang merah bisa menggambarkan lebih dari satu makna, tapi hanya satu kondisi yang membuat Elina bisa dengan mudah mengartikan setiap benang yang dilihatnya. Benang merah dengan ukuran yang panjang biasanya menggambarkan kehidupan, dan ketika seseorang sudah mencapai ajalnya, maka benang itu perlahan akan putus dan akan berubah menghitam dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Lalu ketika seseorang itu benar-benar mati, maka benangnya akan menghilang.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

tanya laki-laki itu. “Te-tentu saja aku mengenali wajahmu. Kau Kakaknya Cantigi, bukan?” Jhagad bertanya balik. “Ta-tapi, bukankah Kakaknya sudah -” “Sudah apa? Mati maksudnya?” seru Kakak Cantigi. Jhagad mengangguk singkat, ragu-ragu, membuat Kakak Cantigi itu berkata lagi, “Ya memang aku sudah mati. Kenapa memangnya?”
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Aktivasi Sistem Perjalanan Maut Di titik nadir pelariannya, sebuah dentingan mekanis yang dingin dan tajam tiba-tiba bergema langsung di dalam pusat kesadaran Yui. [PERINGATAN SISTEM KRITIS:] [Satu detik yang dihabiskan di Dunia Orang Mati setara dengan satu hari penuh di Alam Fana.]
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang

Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang

Ayah dan anak yang memiliki ikatan darah. “Maafkan aku.” Dafa mencicit. Ia terdengar tulus. Derren mengerutkan keningnya dalam. Ia tak paham kenapa lelaki yang sangat egois dan kasar ini bertindak mengejutkan seperti sekarang. “Jangan bilang ini adalah pertemuan terakhir kita.” Derren memicingkan matanya. “Anda tidak tiba-tiba memiliki riwayat penyakit kronis dan dalam waktu dekat akan di panggil Tuhan, kan?”
9.613.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
Pengantin Lelaki Pengganti

Pengantin Lelaki Pengganti

Masak aku dibilang penyebab kematian Dion. "Makasih ya, Mbak sudah mengantarkan minuman untukku!" Kusunggingkan senyum karena ia sangat baik mengantarkan minuman untukku. Tiba-tiba kepala terasa berdenyut hebat. Mataku juga kliyeran serta rasa pusing ini tak kuasa untuk ditahan. Ada apa denganku? Apa aku mau pingsan? Baru tadi pagi aku pingsan karena anemia. Masak sekarang pingsan lagi?
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai dahi berdenyut tanda kematian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status