Antara Cinta dan Misi Sang Assassin
Tubuh Zora gemetar hebat, satu tangan berlumur darah menekan perutnya, dan sorot matanya terlihat kosong, hampa, seperti cahaya yang perlahan meredup.
Rasa sakit itu datang serentak, rasa tajam, panas, yang menghantam seluruh sarafnya. Zora berlutut memejamkan matanya, tubuhnya membeku dalam kesemutan yang menjalar cepat hingga ke ujung jemari. Ia tak bisa bergerak, tak mampu menarik napas dengan benar. Wajah pucat pasi, hingga keringat dingin menetes deras dari pelipis Zora.
Hot Chapters