Partner In Crime
“Aku tidak akan, kali ini, aku tidak akan—“
DUG!
Kepalanya tergeletak di atas meja, matanya terpejam dan beberapa kali terdengar ia berbicara ngawur seperti sedang mengigau. Aku tersenyum lega, setidaknya ia tidak mengotori meja dengan muntahannya yang menjijikan.
Dalam samar, kuperhatikan seorang wanita yang berpakaian blouse putih keluar dari sebuah ruangan. Ia melirik ke sekelilingnya dan akhirnya menemukanku. Ia berjalan semakin mendekat hingga tak terduga ternyata dia adalah Misa.
“M-Misa?” tanyaku gugup, pasalnya seingatku dia tidak ikut dalam rencana kali ini.