Dompet Tak Terbatas
Sepanjang jalan balik ke hotel dia diem aja.
Pas sampai, Dimas lagi teleponan panjang, mondar-mandir deket jendela sambil pegang gelas air setengah. Dia melirik mereka, senyum tipis, lalu angkat satu jari sebentar lagi selesai.
Suara Henry terdengar samar dari speaker.
“Mereka minta Milan dulu. Kamu yakin mau gitu?” tanya Henry.
“Enggak. Ganti aja,” jawab Dimas. “Mulai dari Paris dulu. Yang lebih ringan. Terus Wina, Praha, baru Roma. Kasih jeda. Tiga hari tiap kota. Jangan terlalu padat.”
인기 회차