Rumah Ramaria
Namun aku mengerti dan akhirnya berkata bahwa Maria harus pulang karena sudah malam.
Ibu dan yang lainnya kelihatan agak sedih, namun aku yakin mereka juga mengerti. Akhirnya setelah mereka bertiga memeluknya dan Ibu mencium Maria, aku mengantar Maria pulang naik mobil kami yang sudah butut.
Maria berjalan bersamaku ke garasi. Di belakang, Ibu, Salsa, dan Rania memperhatikan kami.
“Nak Maria, nanti ikut antar Rama ke bandara kan?” tanya Ibu tiba-tiba.
ตอนยอดนิยม